Pengorbanan Rupiah di Hari Bahagiamu

 

Mahar hias berbentuk kapal dari rupiah
sumber: https://jogjaseserahan.com/seserahan-mahar-uang-kapal-pinisi.html

Tanpa disadari, rupiah melakukan pengorbanan besar demi kebahagiaan banyak pasangan di Indonesia. Pengorbanan apa itu?

          ”Saya terima nikahnya Nur Maulida binti Setial Sosiawan dengan mas kawin uang sebesar Rp171.217 dibayar tunai,” kata Reza, sahabat saya, di hari paling bahagianya, minggu lalu.
          Sama seperti kebanyakan orang, sahabat saya itu memilih rupiah sebagai mahar pernikahannya. Dengan sentuhan tangan kreatif, rupiah-rupiah tersebut disusun sedemikian rupa ke dalam sebuah pigura, membentuk gambar kapal yang indah.
          Menjadikan rupiah sebagai mas kawin memang bukan hal baru di Indonesia. Tak hanya kapal, berbagai macam gambar seperti masjid, bunga, burung, hingga wajah manusia pun bisa dibuat. Tinggal duduk manis dan hubungi penyedia jasa pembuat mahar hias yang banyak berpromosi di internet.
          Sayangnya, agar bisa membentuk gambar yang diinginkan, rupiah yang digunakan (uang kertas) harus dilipat-lipat. Padahal itu tergolong upaya merusak rupiah dan bertentangan dengan kampanye #CintaRupiah yang tengah digencarkan oleh Bank Indonesia.
          Terdapat ’5 Jangan’ yang harus diingat dan diterapkan untuk menjaga rupiah. Selain jangan melipat, kita juga dihimbau untuk tidak mencoret, menstepler, meremas, dan membasahi rupiah. Tentu saja yang dilarang di sini apabila dilakukan dengan unsur sengaja.
          Alasannya jelas, coba kita bayangkan berapa anggaran yang dikeluarkan negara untuk mencetak rupiah baru sebagai pengganti rupiah-rupiah tidak layak edar? Hingga Maret 2017 saja, sudah Rp23,57 triliun uang tidak layak edar yang dimusnahkan oleh Bank Indonesia1.
Meski sebagian orang menggunakan rupiah emisi lama sebagai mahar pernikahannya, meski rupiah yang dijadikan mas kawin biasanya tidak dibelanjakan lagi, masih ada cara yang lebih baik untuk menggunakan rupiah sebagai ’persembahan cinta’.
Misalnya saja, rupiah hanya disusun rapi di atas pigura. Jika memang harus ada yang dilipat, bisa menggunakan kertas hias. Cara-cara seperti itu tentu tidak akan mengurangi nilai dari mahar perkawinan, bahkan malah menambah karena kita sekaligus menjaga rupiah.
          Tanpa melipat rupiah, tidak ada kreativitas penyedia jasa pembuat mahar hias yang dibatasi. Tanpa melipat rupiah, tidak ada nilai estetika mahar pernikahan yang direnggut. Pun tanpa melipat rupiah, tidak ada cinta dan kebahagiaan yang berkurang dari sebuah pernikahan. Jadi, yuk menikah sambil menjaga uang kebanggaan kita!


Sumber:
1.    https://finance.detik.com/moneter/3530738/bi-musnahkan-uang-tak-layak-edar-rp-235-triliun

Komentar